Alvi Hadi Sugondo berkata, enarkah setiap manusia sudah tertanam indera ke enam sejak
lahir, selain lima indera yang sudah aktif? Jawaban itu harus anda simpan dulu
sebelum selesai membaca keterangan dibawah ini, jika anda sudah tahu
jawabannya, tapi jika belum, saatnya untuk mencari tahu.
Menurut Alvi Hadi Sugondo, fakta membuktikan, bahwa manusia adalah mahluk yang paling
sempurna diantara mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Fakta juga berkata bahwa manusia
itu mahluk yang sangat kompleks, rumit, canggih hingga brillian, tapi hanya kurang
dari 1% orang yang bisa memanfaatkan semua keunggulan potensi manusia itu
sebanyak 99%.
Alvi Hadi Sugondo menambahkan, pada kenyataannya, kita itu lebih besar dari pada apa yang
kita pikirkan. Otak kita luar biasa cerdas, canggih dan super intuitif. Namun
kendati kita tak tahu cara kerja otak tapi tetap saja fungsinya berjalan, walau
tidak 100%.
Indera manusia memang ada 5, itu yang paling dasar. Namun ada
indera lain yang tak terlihat mata bernama indera ke enam. Indera ini oleh
banyak ahli psikologi menyebutnya indera batin. Bagi kalangan rasional, indera
ini kurang mendapat perhatian, karena orang rasional cenderung berpikir fisikal
(secara fisik). Jika tak terlihat tidak
perlu difokuskan.
Bagaimana cara agar kita yakin bahwa kita memiliki indera
keenam?
Tuhan Maha Kasih dan Sayang, Dia tak hanya mengkaruniai 5
indera dasar saja untuk kita hidup, tapi juga melengkapi indera ke-6 untuk menghayati
kehidupan.
"Indera ke lima kita digunakan untuk menjaga agar kehidupan
kita tetap langgeng ( survive ). Mulai dari indera penglihatan (mata), indera
perasa (lidah) , indera peraba (kulit), indera pendengaran ( telinga) dan
indera penciuman (hidung), semua berhubungan dengan dunia fisik. Karena itu,
indera kelima kita lebih kearah pemenuhan kebutuhan fisik saja (hidup)" ujar
Alvi Hadi Sugondo
Alvi Hadi Sugondo
Berbeda dengan indera keenam. Indera ini adalah indera batin,
indera yang bisa merasakan sesuatu yang bersifat abstrak. Indera yang juga
berfungis untuk menghayati kehidupan ini hingga punya makna. Apa misalnya ?
Pikiran, perasaan, nilai hidup, filosofi serta gambaran-gambaran visual yang
bersifat batin.
Banyak yang berkeyakinan bahwa indera keenam itu klenik dan
lebih bersifat metafisik. Itu tak sepenuhnya salah juga tak sepenuhnya benar.
Jika kita mau jujur, hidup kita meliputi alam fisik dan metafisik. Dna indera
ke enam ini adalah pintu dari alam fisik menuju alam metafisik.
Bukankah manusia itu mahluk fisik yang juga bersifat ruhani?
Artinya apa? Artinya, kita terbuat dari bahan fisik tapi kita dihidupkan dari
sesuatu yang bersifat ruhani, yaitu ruh. Karena itu, di samping ada indera
fisik, juga pasti ada indera ruhani yang bernama indera ke enam.
Kita tidak akan mengupas indera ke enam dari sisi yang
bersifat teknis, tapi lebih ke arah sisi gambaran umum. Bahwa indera ke enam
itu memang ada, dan harus kita terima sebagai kenyataan. Dari pada menolak
kebenaran ini, alangkah lebih baiknya memanfaatkan indera ini untuk kesuksesan
dan kebahagiaan kita.
"Intuisi adalah salah satu bukti yang meyakinkan bahwa kita memiliki indera ke enam. Apakah intuisi itu? Intuisi adalah penginderaan diluar indera ke lima yang bekerja secara mandiri yang bersumber dari kemampuan ruhani untuk mendeteksi lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan metafisik (alam ruhani, masa lalu dan masa depan)" ujar Alvi Hadi Sugondo
Jika hati kita bersih, tubuh eteris kita tidak dikotori oleh
hawa nafsu kebinatangan, maka kekuatan intuisi kita sangat peka. Intuisi bisa
membaca pikiran orang lain, kejadian masa akan datang serta bisikan dari mahluk
yang lebih tinggi tingkatannya, seperti malaikat dan mahluk ruhani lainnya.
Tolong jangan berpikir klenik, karena kita sedang membahas
sesuatu yang ilmiah, walau bersifat ruhani (non fisik). Gelombang pikiran itu
metafisik, karena tidak terlihat, tapi bisa termasuk dalam ilmu fisika. Pun
gelombang pikiran, tidak terlihat, bukan berarti itu takhayul atau klenik kan?
Intuisi itu sesuatu yang sangat menarik untuk kita kupas,
karena itulah bagian dari indera ke enam yang sedang kita bahas ini. Tolong
dipahami, intusi itu hasil dari pembacaan gelombang pikiran atau energy, dari
lingkungan luar menuju lingkungan dalam kita ( indera ruhani).
Misalnya, jika kita menerima suara batin dari lingkungan luar,
itu adalah indera ruhani (telinga ruhani) yang menerima suara tersebut, bukan
telinga fisik kita. Atau saat kita dilihatkan impian yang sangat jelas tentang
sesuatu mimpi, lalu tiba-tiba gambaran itu jadi kenyataan, itu adalah gambaran
dari luar (masa depan) yang diterima oleh mata batin kita. Itulah contoh intuisi ini.
Jadi, intuisi adalah proses penerimaan indera ruhani yang
berasal dari lingkungan luar menuju ke kesadaran batin kita melalui indera
ruhani ( antena batin). Tak ada yang klenik di penjelasan ini, kan?
Orang sukses sangat paham pengetahuan ini, dan mereka secara
diam-diam menggunakannya. Ia menggunakan indera ke enam untuk segala hal, mulai
dari pengambilan keputusan, proses rekrutmen hingga memilih potensi bisnis yang
lebih menguntungkan. Semua di lakukan melalui kombinasi antara analisa rasional
dengan kecerdasan intusi.
Jika memang manfaat intuisi atau indera ke enam itu sangat
besar, dan nyata, mengapa anda tidak mencobanya? Sebenarnya kemampuan intuisi
itu mudah kita gunakan,d an sering kali tanpa kita sadar sudah menggunakannya.
Contoh yang paling sederhana adalah menganalisa seorang yang
baru anda temui. Intuisi anda akan membaca orang tersebut dari dimensi batin,
sementara pemikiran rasional anda dari sisi fisik. Ini kombinasi yang saling
menyempurnakan.
Kapan lagi belajar memanfaatkan indera ke enam jika tidak
sekarang, karena potensi dan manfaatnya sangat besar bagi kehidupan. Ayo, kita
mulai belajar sejak sekarang, dan petik hasilnya kemudian.








indera ke enam kini sudah diterima secara umum, jadi jangan alergi dengan indera ruhani anda sendiri. Belajar bagaimana cara memanfaatkannya seperti anda menafaatkan 5 indera fisik yang lain. Ada komentar?
BalasHapus