Jumat, 08 April 2016

ALVI HADI SUGONDO "INDERA KE ENAM, ANTARA MITOS DAN FAKTA KEHIDUPAN"



Alvi Hadi Sugondo berkata, enarkah setiap manusia sudah tertanam indera ke enam sejak lahir, selain lima indera yang sudah aktif? Jawaban itu harus anda simpan dulu sebelum selesai membaca keterangan dibawah ini, jika anda sudah tahu jawabannya, tapi jika belum, saatnya untuk mencari tahu.

Menurut Alvi Hadi Sugondo, fakta membuktikan, bahwa manusia adalah mahluk yang paling sempurna diantara mahluk ciptaan Tuhan lainnya. Fakta juga berkata bahwa manusia itu mahluk yang sangat kompleks, rumit, canggih hingga brillian, tapi hanya kurang dari 1% orang yang bisa memanfaatkan semua keunggulan potensi manusia itu sebanyak 99%. 

Alvi Hadi Sugondo menambahkan, pada kenyataannya, kita itu lebih besar dari pada apa yang kita pikirkan. Otak kita luar biasa cerdas, canggih dan super intuitif. Namun kendati kita tak tahu cara kerja otak tapi tetap saja fungsinya berjalan, walau tidak 100%.
Indera manusia memang ada 5, itu yang paling dasar. Namun ada indera lain yang tak terlihat mata bernama indera ke enam. Indera ini oleh banyak ahli psikologi menyebutnya indera batin. Bagi kalangan rasional, indera ini kurang mendapat perhatian, karena orang rasional cenderung berpikir fisikal (secara fisik).  Jika tak terlihat tidak perlu difokuskan. 

Bagaimana cara agar kita yakin bahwa kita memiliki indera keenam?

Tuhan Maha Kasih dan Sayang, Dia tak hanya mengkaruniai 5 indera dasar saja untuk kita hidup, tapi juga melengkapi indera ke-6 untuk menghayati kehidupan. 

"Indera ke lima kita digunakan untuk menjaga agar kehidupan kita tetap langgeng ( survive ). Mulai dari indera penglihatan (mata), indera perasa (lidah) , indera peraba (kulit), indera pendengaran ( telinga) dan indera penciuman (hidung), semua berhubungan dengan dunia fisik. Karena itu, indera kelima kita lebih kearah pemenuhan kebutuhan fisik saja (hidup)" ujar
Alvi Hadi Sugondo

Berbeda dengan indera keenam. Indera ini adalah indera batin, indera yang bisa merasakan sesuatu yang bersifat abstrak. Indera yang juga berfungis untuk menghayati kehidupan ini hingga punya makna. Apa misalnya ? Pikiran, perasaan, nilai hidup, filosofi serta gambaran-gambaran visual yang bersifat batin. 

Banyak yang berkeyakinan bahwa indera keenam itu klenik dan lebih bersifat metafisik. Itu tak sepenuhnya salah juga tak sepenuhnya benar. Jika kita mau jujur, hidup kita meliputi alam fisik dan metafisik. Dna indera ke enam ini adalah pintu dari alam fisik menuju alam metafisik.

Bukankah manusia itu mahluk fisik yang juga bersifat ruhani? Artinya apa? Artinya, kita terbuat dari bahan fisik tapi kita dihidupkan dari sesuatu yang bersifat ruhani, yaitu ruh. Karena itu, di samping ada indera fisik, juga pasti ada indera ruhani yang bernama indera ke enam.

Kita tidak akan mengupas indera ke enam dari sisi yang bersifat teknis, tapi lebih ke arah sisi gambaran umum. Bahwa indera ke enam itu memang ada, dan harus kita terima sebagai kenyataan. Dari pada menolak kebenaran ini, alangkah lebih baiknya memanfaatkan indera ini untuk kesuksesan dan kebahagiaan kita. 


"Intuisi adalah salah satu bukti yang meyakinkan bahwa kita memiliki indera ke enam. Apakah intuisi itu? Intuisi adalah penginderaan diluar indera ke lima yang bekerja secara mandiri yang bersumber dari kemampuan ruhani untuk mendeteksi lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan metafisik (alam ruhani, masa lalu dan masa depan)" ujar Alvi Hadi Sugondo

Jika hati kita bersih, tubuh eteris kita tidak dikotori oleh hawa nafsu kebinatangan, maka kekuatan intuisi kita sangat peka. Intuisi bisa membaca pikiran orang lain, kejadian masa akan datang serta bisikan dari mahluk yang lebih tinggi tingkatannya, seperti malaikat dan mahluk ruhani lainnya.

Tolong jangan berpikir klenik, karena kita sedang membahas sesuatu yang ilmiah, walau bersifat ruhani (non fisik). Gelombang pikiran itu metafisik, karena tidak terlihat, tapi bisa termasuk dalam ilmu fisika. Pun gelombang pikiran, tidak terlihat, bukan berarti itu takhayul atau klenik kan?
Intuisi itu sesuatu yang sangat menarik untuk kita kupas, karena itulah bagian dari indera ke enam yang sedang kita bahas ini. Tolong dipahami, intusi itu hasil dari pembacaan gelombang pikiran atau energy, dari lingkungan luar menuju lingkungan dalam kita ( indera ruhani).

Misalnya, jika kita menerima suara batin dari lingkungan luar, itu adalah indera ruhani (telinga ruhani) yang menerima suara tersebut, bukan telinga fisik kita. Atau saat kita dilihatkan impian yang sangat jelas tentang sesuatu mimpi, lalu tiba-tiba gambaran itu jadi kenyataan, itu adalah gambaran dari luar (masa depan) yang diterima oleh mata batin kita.  Itulah contoh intuisi ini.

Jadi, intuisi adalah proses penerimaan indera ruhani yang berasal dari lingkungan luar menuju ke kesadaran batin kita melalui indera ruhani ( antena batin). Tak ada yang klenik di penjelasan ini, kan?

Orang sukses sangat paham pengetahuan ini, dan mereka secara diam-diam menggunakannya. Ia menggunakan indera ke enam untuk segala hal, mulai dari pengambilan keputusan, proses rekrutmen hingga memilih potensi bisnis yang lebih menguntungkan. Semua di lakukan melalui kombinasi antara analisa rasional dengan kecerdasan intusi.

Jika memang manfaat intuisi atau indera ke enam itu sangat besar, dan nyata, mengapa anda tidak mencobanya? Sebenarnya kemampuan intuisi itu mudah kita gunakan,d an sering kali tanpa kita sadar sudah menggunakannya.

Contoh yang paling sederhana adalah menganalisa seorang yang baru anda temui. Intuisi anda akan membaca orang tersebut dari dimensi batin, sementara pemikiran rasional anda dari sisi fisik. Ini kombinasi yang saling menyempurnakan. 

Kapan lagi belajar memanfaatkan indera ke enam jika tidak sekarang, karena potensi dan manfaatnya sangat besar bagi kehidupan. Ayo, kita mulai belajar sejak sekarang, dan petik hasilnya kemudian.  



   

http://karyapratama.co.id

1 komentar:

  1. indera ke enam kini sudah diterima secara umum, jadi jangan alergi dengan indera ruhani anda sendiri. Belajar bagaimana cara memanfaatkannya seperti anda menafaatkan 5 indera fisik yang lain. Ada komentar?

    BalasHapus